Terharu, Cewek Ini Membuat Ulang Foto-Foto Ayahnya Hanya Demi

Terharu, Cewek Ini Membuat Ulang Foto-Foto Ayahnya Hanya Demi

Kalau sekarang ini kita mengambil foto, setidaknya pemandangan atau makanan adalah subjek utamanya. Tapi gadis perempuan yang satu ini justru melakukan sedikit hal yang berbeda di tahun ini.

Adalah Sarah Chrisya Keren Frieda Subaru, namanya memang panjang, tapi tidak sepanjang dan seharu kisahnya mengenang sosok sang Ayah yang meninggal dunia pada 14 Februari, tepatnya 3 tahun lalu. Sarah lalu membuka galeri foto-foto Ayahnya, kemudian menelusuri setiap tempat yang ada di foto tersebut hanya agar ia bisa merelakan kepergian sang Ayah.

Iya, apa yang dilakukan Sarah kali ini semata-mata untuk mengingat dan berbagi kenangan dengan sosok Ayah yang sangat dicintainya itu. Well, simak napak tilas Sarah dan Ayahnya.

Terharu, Cewek Ini Membuat Ulang Foto-Foto Ayahnya Hanya Demi...






Sungguh mengharukan ya..
Yuk sayangi kedua orang tua kita yaaa..
Read More
KISAH NYATA BIKIN MEWEK - Kisah Pilu Anak Yatim Beredar di Medsos, Tidur di Samping Lukisan Ibunya yang Meninggal

KISAH NYATA BIKIN MEWEK - Kisah Pilu Anak Yatim Beredar di Medsos, Tidur di Samping Lukisan Ibunya yang Meninggal

Kisah Pilu Anak Yatim Beredar di Medsos, Tidur di Samping Lukisan Ibunya yang Meninggal : Tak bisa dibayangkan bagaimana sedihnya para anak-anak yang ditinggal orang tuanya yang tewas karena peperangan.

Hal itu banyak terjadi di daerah konflik, seperti di Palestina.
Banyak anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya tewas saat peperangan.
Kisah sedih anak-anak Palestina yang menjadi yatim piatu banyak tersebar di internet.
Salah satunya, kisah sedih yang dibagikan oleh pengguna media social Facebook, Prap Fals Napole.
Kisah tersebut dituliskan dalam berandanya, sambil mengunggah sebuah foto.
Foto tersebut memperlihatkan seorang bocah sedang tidur disamping lukisan ibunya yang telah meninggal.

KISAH NYATA BIKIN MEWEK - Kisah Pilu Anak Yatim Beredar di Medsos, Tidur di Samping Lukisan Ibunya yang Meninggal



berikut kisahnya:

KISAH NYATA ANAK YATIM DAN LUKISAN IBUNYA
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Gambar yang menyayat hati ini diambil dari salah sebuah rumah anak yatim piatu di Palestina, yang menunjukkan seorang anak yatim melukis gambar ibunya di atas lantai dan tidur
dipangkuannya, dalam usaha untuk mendapatkan kasih sayang dan belas kasihan seorang ibu.


Tak bisa terbayangkan, berapa banyak tetesan air mata anak ini tumpah untuk sekedar melukis gambar ibunya ini di lantai sebelum ia tidur.
Hanya gambaran ibunya dalam benaknya saja, sebab foto pun tak sempat ia simpan dan miliki, entah kemana tersebab perang.

Tergambar wajah ibunya yang sedang tersenyum, sambil tertulis di samping gambarnya tulisan yang berbunyi, mama.
Kisah seorang anak kecil yang melukis Ibunya pada sebuah lantai ini menggambarkan kepedihan seorang anak yang begitu merindukan kasih sayang seorang Ibu, Ibu anak ini meninggal dalam sebuah peperangan dinegeri
para Nabi palestin.

Sang anak tinggal disebuah rumah yatim piatu di palestina yang mungkin dirumah yatim ini banyak anak-anak yang menjadi korban ditinggal orangtuanya akibat perang yang tiada berkesudahan antara palestina dan israel.

Mereka adalah anak-anak korban kebiadaban israel, mereka anak-anak yang tiada tahu menahu apa yang membuat mereka jadi korban perang yang begitu kejam itu, mereka hanya ingin hidup damai layaknya anak-anak
yang lain.

Bagi anak-anak yang masih memiliki kedua orang tua syukurilah dengan sebenar-benarnya, jangan sia-siakan pengorbanan dan kasih sayang mereka, berbaktilah dengan sepenuh jiwa raga kita, baik dengan doa untuk kebaikan kedua orang tua maupun dengan pembuktian pemelihaaraan kita sebagai anak dihari tua kedua orang tua, Ibu Bapak kita, jangan sia-siakan.

Berbaktilah pada orang tua kita, datangilah mereka untuk mintakan keridhaan dan pintu maafnya selama nafas mereka masih ada, ukirlah senyum di wajah mereka, kemudian berlaku lemah lembutlah kepada anak-anak yatim dan dhu’afà, santunilah mereka, karena hampir-hampir saja syurga berada di sekitar mereka sebagaimana sabda Nabi kita tercinta.

Ingatlah bantu mereka anak-anak korban perang Palestina, Suriah dan lainnya dengan cara sisihkan sebagaian harta kita buat mereka, mereka perlu hidup layaknya anak anak yang memiliki Ibu Bapak.

Mereka juga mempunyai perasaan yang sama seperti kita, hanya saja mereka tak punya tempat untuk berlindung dan berteduh dalam sebuah kasih sayang, dan jika kita diberi kemampuan oleh Allàh Ta’àlà mari menjadi
Ibu dan Bapak bagi mereka, kalau bukan kita siapa lagi.

Rabbighfirli wa liwàlidayya warhumà kamà rabbayànà shaghìrà, allàhumma a’izzal Islàm wal muslimìn wanshuril ikhwànanàl mustadh’afìna wal mujàhidìna fì kulli makàn Yà ‘Azìz Yà Qahhàr Yà Rabbal ‘àlamìn .…
Subhanallah..
Silahkan bagikan pesan ini agar semakin banyak saudara kita yang termotivasi melakukan kebaikan ini. semoga yang membagikan termasuk hamba yang cinta Allah dan memudahkan jalannya ke syurga kelak. Aamiin.

Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat nanti serta sampaikanlah
umur kami dan keluarga kami kepada bulan Ramadhan hingga Ramadhan selanjutnya.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

Belum bisa dipastikan dari kisah tersebut, tapi yang pasti tulisan tersebut tentu mengusik rasa kemanusiaan kita.

Sudah seharusnya anak-anak yang telah ditinggal orangtuanya dilindungi, dan bagi yang masih memiliki orangtuanya agar senantiasa menjaga mereka.



Read More
BIKIN NANGIS - Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua

BIKIN NANGIS - Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua

BIKIN NANGIS - Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua : Marcel (3) tampak terdiam sambil duduk di ruang tamu. Tangan kanannya memegang sepotong roti isi cokelat yang mengering. Kepalanya sedikit menengadah. Dia tak bisa berbicara dan berjalan dengan normal.

Tepat di sampingnya, ada Soni (16), kakak dari Marcel. Mata Soni tampak sayu. Badannya tampak lesuh karena tengah demam.

BIKIN NANGIS - Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua


Kedua anak itu tinggal dalam rumah bersama Desi, saudara kandung dari orangtua Soni dan Marcel.

Namun, menurut puskesmas setempat, Desi memiliki gangguan jiwa sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.

Rumah yang ditempati pun tergolong tak layak. Listrik di rumah mati, sementara air tergolong tak laik.

Barang-barang di rumah tampak berantakan. Hanya satu kamar yang ditempati. Itu pun ditempati oleh Desi.

Sementara itu, Soni dan Marcel tidur di ruang tamu dengan kasur yang sudah usang.

"Ibu sudah lama pergi, kalau bapak meninggal," kata Soni bercerita kepada Kompas.com di rumahnya, Perumahan Bugel Mas Indah Blok D2 Nomor 15, Tangerang, Rabu (4/1/2017).

Dari cerita Soni, ayahnya meninggal sejak dua tahun lalu karena komplikasi penyakit. Sementara itu, sang ibu memilih untuk pergi meninggalkan dia dan Marcel karena menikah dengan pria lain.

Soni merupakan anak pertama, sedangkan Marcel adalah anak keempat. Sang ibu memilih untuk membawa anak kedua dan ketiga.

Soni tak mengetahui alasan sang ibu meninggalkan dia dan si bungsu. Sang ibu bertemu dengan Soni sekali dalam satu pekan dan memberikan uang Rp 30.000.

"Tiba-tiba (ibu) pergi dan saya enggak tahu kalau ibu sudah menikah," ujar Soni. Alhasil, Soni yang putus sekolah sejak kelas satu SMP itu harus berjibaku menghidupi dia dan sang adik.

Soni bekerja mulai dari membantu pedagang nasi goreng hingga pedagang kopi. Saat membantu pedagang nasi goreng, ia harus bekerja dari sore hingga tempat dagang tutup.

Sebagai imbalan, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan satu porsi nasi goreng.

"Nasi goreng itu buat saya dan Marcel makan malam. Saya bangunin dia saat malam untuk (sekadar) makan," kata Soni.

Namun, Soni berhenti dan berpindah kerja membantu warung kopi. Dia bekerja dari pagi hingga larut malam.

Di sana, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan dua potong roti untuk makan pagi. Soni bercerita, sehari-hari ia dan si bungsu makan dengan lauk tahu dan tempe.

Mereka makan saat Soni pulang kerja, sementara Desi makan dengan uang sendiri. Soni juga kerap dibantu diberi makan oleh tetangga dan pemerintah.

Namun, kondisi dia tak urung membaik. Kini Soni tak memiliki tujuan selain menghidupi sang adik.

Rasa sayangnya dengan sang adik membuat dia rela banting tulang untuk sekadar memberikan sesuap nasi kepada Marcel.






Read More
WAJIB BACA !! Kisah Eko, Anak Yatim yang Berjuang Demi Sang Ibu

WAJIB BACA !! Kisah Eko, Anak Yatim yang Berjuang Demi Sang Ibu

Di kala anak-anak kecil sebayanya hanya sibuk belajar dan bermain. Eko, bocah kelas 2 SD asal Pedurungan, Semarang justru harus berjuang mencari nafkah demi membantu sang Ibu yang tengah didera sakit ginjal.

Kisah Eko baru-baru ini ramai dibicarakan publik setelah ada seorang netizen yang mengunggah foto-foto bocah itu di media sosial Facebook.

Adalah netizen bernama Ika Yulianti yang pertama kali mengunggah foto-foto dan membagi kisah hidup Eko di Facebook. Ika menceritakan awal pertemuannya dengan bocah malang itu.

" Hari rabu kmrn, sepulang dr kantor gak sengaja melihat anak kecil yg tengah mengayuh sepeda sambil membawa kardus berisi makaroni.. Krn pnasaran, sy minta adik itu minggir, dan saya tanya macam2..

Ternyata namanya Eko, kelas 2 di SD Pedurungan, tinggal di dkt perum Ganesha, tidak setiap hari dia jualan makroni keliling spt itu, hanya pas ibunya kuat menggoreng dan membungkusi, maka ia akan keliling menjajakannya..ketika saya tanya lebih jauh, dia melakukan ini semua krn mmg ibunya sdg sakit ginjal dan bapaknya sdh meninggal.. Deg..ya Robbi, terharu bgt mendengar ceritanya..seorang anak yatim yang rela membantu ibunya mencari nafkah halal.

Akhrnya sy meminta eko untuk mengantar ke rmhnya, sy ingin bertemu dgn ibunya..setelah smpai drumah, bukan rmh sie, tp mrk kos, menempati kamar ukuran 3x3 (kurleb, krn sy gak perhatiin pastinya..), disana bu dewi (ibunya eko), t

inggal bersma eko dan adiknya yg masih berumur 2 th, d kmr itu jg mrk jualan kecil2an, yg hasilnya tdk tentu setiap harinya.. Ya Alloh, terharu sekali sy mendengar cerita bu dewi, meskipun msh SD kls 2, tapi pikirannya dewasa, dia jg bs momong adeknya, dia jg melarang ibunya ikut berjualan keliling, krn kawatir ibunya nnti sakit krn tidak kuat jalan jauh..buat teman2 yg suatu saat bertemu dgn eko di jalan, ulurkanlah tangan kalian untuk membantunyaa.. Karena dari rezki yg kita terima, didalamnya ada hak anak yatim,, salah satunya eko ini.. Ya Alloh lapangkanlah rezki anak ini..aminn.. â�ª#‎maafâ�¬ ya ayah Irwan Suliyono, kmrn bunda pulangnya telat, krn mampir ke rmhnya eko ini..."

WAJIB BACA !! Kisah Eko, Anak Yatim yang Berjuang Demi Sang Ibu


Unggahan Ika di Facebook ini lantas dengan cepatnya menyebar dan menjadi sorotan netizen. Kisah Eko, anak yatim yang berjuang demi sang ibu ini tak ayal menuai simpati netizen. Nyaris semua netizen memberikan dukungan pada Eko lewat puluhan komentar.

" Baca ini hati rasanya terenyuh sekali...," tulis Noor Dava.

" Mhn info Mbak, Kalo mau nyumbang bgmn caranya?" tulis pemilik akun bernama Muchamin Ayah Inara.

Puluhan komentar lain bernada serupa disuarakan oleh netizen lainnya. Banyak pula di antara netizen yang tergerak untuk memberikan bantuan langsung pada Eko dan sang ibu.
Read More
Kisah Haru, Seorang Anak Mengendong Ibunya yang Sedang Sakit Ke Rumah Sakit

Kisah Haru, Seorang Anak Mengendong Ibunya yang Sedang Sakit Ke Rumah Sakit

Pengorbanan seorang ibu tak akan pernah terbayarkan dengan apapun. Cinta bakti seorang anak terhadap orang tua tak akan mampu menandingi perjuangan seorang ibu demi mempertahankan hidup.

Kisah cinta dan hormat teramat mendalam datang dari Pria paruh baya asal Taiwan, Ding Zhu Ji berusia 62 tahun. Ding, sapaan akrabnya, mengaku tengah membawa sang Ibu ke salah satu rumah sakit untuk memeriksakan diri. Tanpa rasa malu, Ding menggendong sang Ibu yang berusia 82 tahun layaknya bayi. Lelaki itu adalah mantan petugas Biro Investigasi dari Departemen Kehakiman di Tainan.

Patah tulang yang diderita sang Ibu pada kaki kirinya membuat serangkaian pengobatan harus rutin dijalani.

Kamera CCTV rumah sakit yang mengabadikan dirinya saat menggendong ibunya sontak membuat nama Ding langsung mencuat di media massa.

Di antara saudaranya yang lain, Ding terbilang paling dekat dengan sang Ibu. Pasalnya, ketika tengah mengandung dirinya sang Ibu mengalami kejadian yang menyedihkan yakni di buang di tengah laut oleh tentara Taiwan karena tidak memiliki kartu identitas. Beruntung, ada salah seorang tentara Taiwan yang menolong Ibunya. Cerita mengharukan itu lantas membuat Ding berjanji akan selalu menjaga sang Ibu dalam kondisi apapaun.

Sebuah kisah yang sangat menginspirasi dan juga mneyentuh. Tidak banyak anak yang akan melakukan hal seperti Ding. Ding juga lebih memilih berjalan kaki sambil menggendong sang Ibu ketimbang menaiki kendaraan lain seperti mobil, motor atau sepeda. Kala dirinya kecil dahulu tentu sang Ibu menggendong dirinya agar tak merasakan lelah. Kini hal yang sama dilakukan Ding terhadap sang Ibu.

Kisah Haru, Seorang Anak Mengendong Ibunya yang Sedang Sakit Ke Rumah Sakit



Dalam pandangan Islam, penghormatan terhadap Ibu dilukiskan dalam satu hadist Abu Hurairah RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebut nama 'ibumu' hingga tiga kali ketika menjawab pertanyaan seseorang " kepada siapa aku harus berbakti pertama kali." Barulah yang ke empat kalinya Nabi menjawab 'ayahmu.' (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Baca juga :

  • Kisah Anak Ini Bikin Seluruh Ibu Di Dunia Meneteskan Air Mata
  • KISAH NYATA BIKIN NANGIS : Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Dalam Bencana Gempa


Menurut Imam Al-Qurthubi, Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.

Begitu besar pengorbanan Ibu sehingga wajib dihormati sepanjang masa hidupmu. Tak ada hal apapun yang dapat menembus pengorbanan seorang Ibu.

Read More
Kisah Anak Ini Bikin Seluruh Ibu Di Dunia Meneteskan Air Mata

Kisah Anak Ini Bikin Seluruh Ibu Di Dunia Meneteskan Air Mata

Kisah Anak Ini Bikin Seluruh Ibu Di Dunia Meneteskan Air Mata - Kehadiran seorang ibu adalah segalanya bagi seorang anak. Sosoknya tidak akan bisa tergantikan apapun di dunia ini. Namun bagaimana bila sang anak tidak bisa merasakan kehangatan sang ibu lagi? Tentulah kesedihan mendalam yang akan dirasakannya, walaupun mungkin ia bisa menyembunyikannya.

Kesedihan itu juga tampak pada sebuah unggahan foto mengharukan yang datang dari seorang pengguna Facebook bernama Ojack Siga Rantang. Akun tersebut membagikan sebuah foto kertas yang berisikan tulisan tangan anak kecil. Meski terlihat begitu acak-acakan, namun tulisannya masih dapat dibaca dan dimengerti.


Kisah Anak Ini Bikin Seluruh Ibu Di Dunia Meneteskan Air Mata


Kisah kerinduan seorang anak kepada Ibunya yang sudah lama meninggal dunia.

dapun bunyi dari tulisan tersebut:
“Kangen mamah. Mamah Eis kangen sama mamah.
Kenapa mamah meninggal. Kalau mamah enggak ada Eis sedih.
Eis nangis kal ingt mamah. Tapi Eis juga berdoa buat mamah.
Semoga mama tenang di dekat owloh. Eis sekarang nangis mah.”
Tulisan tersebut menunjukkan kerinduan seorang anak kepada ibu yang sudah lama meninggal dunia. Dilansir Tribunstyle.com, anak yang menulis surat tersebut bernama Feriska. Anak perempuan yang masih berusia 9 tahun itu adalah putri si pemilik akun.

Berdasarkan pengakuan Ojack, si pemilik akun, surat tersebut ia temukan secara tak sengaja. Saat itu ia hendak membuka tas Feriska untuk melihat pelajarannya.

Namun dia justru menemukan tulisan ‘kangen mamah’ milik anaknya tersebut. Menurut Ojack, Feriska tidak pernah melihat ibunya sejak lahir. Selama ini, kata Ojack, putrinya diasuh oleh neneknya. Karena ia harus mencari nafkah di Bayah, Banten Selatan.

Karena jarak yang cukup jauh, dia pun hanya bisa bertemu dengan Feriska dua bulan sekali. Meskipun jarang bertemu, namun Ojack mengaku bangga dengan pertumbuhan pesat putri semata wayangnya itu.


“Masih kelas 3 SD. Anaknya bisa mandiri dan lumayan pintar,” ujar Ojack.

Kesedihan mendalam dirasakan oleh Ojack setiap melihat anaknya menangis merindukan ibunya.

Menangislah.




Read More
KISAH NYATA BIKIN NANGIS : Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Dalam Bencana Gempa.

KISAH NYATA BIKIN NANGIS : Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Dalam Bencana Gempa.

KISAH NYATA BIKIN NANGIS : Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Dalam Bencana Gempa - Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang. Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah.
Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya. 

KISAH NYATA BIKIN NANGIS : Kisah Pengorbanan Seorang Ibu Dalam Bencana Gempa.



Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup.
Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut.

Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!”Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya.

Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut.

Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!

Hargailah Ibu Anda saat ini karena bagaimanapun kondisinya IBU kita pasti akan berusaha untuk melindungi kita.

Mari kita SHARE cerita ini kepada teman2 lain agar menyadarinya...
Yuk jangan Lupa LIKE artikel ini untuk dapat update cerita berikutnya.
Read More